Tidak Berprinsip Jurnalistik

Love and Life 2 Comments »

Dulu, aku sangat berharap untuk bisa menjadi jurnalis

Lalu, satu dan dua hal, menggugurkan keinginanku

Tapi aku masih berharap, sekalipun aku tidak menjadi jurnalis

Aku masih bisa menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik dalam kehidupanku

Tapi ternyata aku salah

Aku masih jauh dari usaha untuk bisa tetap berprinsip jurnalistik

Aku masih gagal menerapkan guessing doesn’t pay

Aku baru tau kemarin kalau ternyata mas Nunung itu mualaf

Selama ini aku berpikir dia non, karena nama depannya mengindikasikan demikian

Padahal, aku sudah mengenal mas Nunung sejak tahun pertamaku di kampus

Dia juga yang membimbing proses skripsiku

Huh, dasar suka menebak-nebak tapi tidak verifikasi (sangat tidak jurnalistik)

Aku juga masih tidak cover both side

Masih suka mendengar dari satu sisi saja

Dan tertarik untuk kemudian menjustifikasi dan berat sebelah

Lagi-lagi, sangat bukan prinsip jurnalistik

Atau jangan-jangan, aku justru sangat jurnalistik?

Karena dunia jurnalistik di Indonesia yang sebenarnya justru seperti itu?

Ehm, entahlah..

^_^

back to work, back to pain

Love and Life No Comments »

kembali bekerja, saat sebenarnya masih ingin bermalas-malasan

huh..

lalu pagi-pagi

aku sudah dihadapkan pada perih

yang kucipta sendiri

ketika aku tahu

dia menikmatimu

dalam kenangannya

harus kuakui,

aku cemburu..

Karena Kita Tak Pernah Tahu

Love and Life  Tagged No Comments »

Karena kita tak pernah tahu

Luka mana yang telah kita cipta

Ucapan yang mana yang menyakitkan

Maka mari kita saling membuka diri

Berjabat tangan dan mengeratkan genggaman

Sembari berujar:

“Minal Aidin Wal Faidhzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Happy Idul Fitri..

^_^

10 things i know about me..

Love and Life 4 Comments »

hehehehe, biasanya
orang pada betek kalau dikasih tag
ga tau, apa karena kalau ga nerusin trus kena kutuk gitu ya
tau deh
yang jelas, tag ini malah aku yang minta
hahahahaha
bakat narsisku memang dominan
jadi begitu tau si sobat winda menerima tag ini
aku malah minta diterusin ke aku (bodoh ya?)
well, ini dia 10 hal yang aku tahu tentang aku:

1. i’m perfectionist
aku selalu pengen segala hal itu sempurna, dan ini merambat ke hal-hal lain, semisal aku jd sedikit ambisius, idealis dan semacamnya. sifat ini kusadari sejak aku duduk di bangku SMP. waktu itu, aku dan teman2 kelasku tengah mengisi semacam kuisioner kepribadian di majalah aneka yess!. pertanyaan besarnya adalah “Apakah kamu perfectionist?”. Saat giliranku menjawab, tiba-tiba seorang temanku yang bernama edwin bin wiwin bin acong berkata: “udah lah yu, kamu ga usah jawab, udah jelas kamu perfectionist”. ya, begitulah..

2. aku penggemar teh nomor wahid
aku cinta banget dengan teh. mungkin karena sejak kecil aku nge-dot teh dan bukan susu. lidahku lihai sekali mencecap dan membedakan ini teh merek apa, ini apa, dsb. aku anti pergi ke warung yang teh-nya ga enak meskipun makanannya enak. aku juga sering pusing kalau sehari saja ga minum teh. yes, i’m addicted.

3. peka dan (terlalu) sensitif
aku gampang sekali tersentuh (bukan disentuh ;p). waktu kecil aku sering banget nangis hanya karena melihat anak kecil yang meminta-minta atau ibu-ibu tua yang lusuh dan tampak tak berdaya. produksi air mataku memang sangat berlebihan. nonton film yang mengharu biru sedikit, langsung deh terhanyut dan menangis. tapi aku percaya, dalam beberapa hal, ini berguna untuk mangasah empatiku ke orang lain (halah, ngeles ^_^).

4. aku suka musik, humor, dan sastra
hmm, tiga hal ini amat sangat mempengaruhiku. aku suka tertawa (gila kali ya?), aku suka menyanyi di kamar mandi, dan aku suka menulis segala hal. aku juga melankolis dan sentimentil (hehehehe). hal ini terbukti dengan tulisan-tulisanku yang rata-rata berupa prosa atau puisi..

5. aku gampang mengingat
ya, muka terutama. sekali saja ketemu aku, akan kuingat kau seumur hidupku. makanya aku sering berada di posisi “ehm, kayaknya aku pernah ketemu orang ini, tapi di kehidupanku yang sebelah mana ya?”.
hal yang sama juga berlaku pada kenangan. aku susah melupakan apa yang telah berlalu, apalagi kalau itu penting dan punya arti..

6. aku cinta sepak bola
soccer is my middle name. mungkin ini pengaruh temen2ku yang mayoritas cowok dan juga lingkungan keluargaku yg merupakan pecinta olahraga satu ini. sayang, aku mulai jarang menyempatkan diri menonton. ihiks..

7. aku gila buku
aku suka sekali membaca. mau benar-benar buku, atau sekadar sobekan koran, aku bisa menikmatinya. waktu kecil, aku lebih memilih ga makan daripada ga baca. untungnya, Griffin dan Littlejohn menyelamatkanku, gara-gara buku mereka yg wajib kubaca di awal masa kuliah, kini aku sering malas membaca buku, terutama buku-buku berat, hahahahaha
godaanku yang paling besar adalah pergi ke pameran atau toko buku dengan membawa uang, pasti deh borongan..

8. aku takut orang gila dan dibenci
ya, aku takut dengan orang gila (sebenarnya) tapi kadang aku menyembunyikannya dengan bersikap pura2 tenang dan sok cool, jaim dikit lah, hehehehe. aku juga terlalu peduli omongan orang. aku khawatir melukai orang lain. aku takut dibenci. aku sangat peduli apa yang orang pikirkan atau katakan tentang aku, dan kadang aku jd merasa tersiksa sendiri karena ini. sekarang siy, aku belajar untuk memilah-milah, mana yang harus didengar, mana yang tak perlu didengar..

9. aku ga pedean
ini mungkin yang ga banyak orang tau. aku sebenarnya gampang ngerasa minder dan ga yakin sama kemampuan sendiri, meskipun dari luar aku tampak baik-baik saja, dan seolah-olah siap. entahlah, kadang aku masih butuh orang lain untuk meyakinkanku (payah ya?)

10. aku percaya mimpi, harapan, cinta dan Tuhan
aku sangat percaya pada keempat-empatnya. aku percaya kekuatan mimpi. aku percaya keampuhan harapan. aku mencintai cinta dan aku sangat yakin dengan campur tangan Tuhan..
aku tidak bisa menjalani hidup dan mewarnainya tanpa tiga hal dan satu Dzat tersebut..

yah, sudah habis jatahnya. padahal masih banyak tentang aku-tentang aku yang lain, seperti aku ga doyan telor, aku benci orang ngeludah sembarangan, dan aku pengen pergi ke tiga I: Inggris, Italia dan India. tapi ya sudahlah, yang lain biar kusimpan saja. Toh, ga da yang penting juga. hehehehe
btw, aku akan meneruskan tag ini ke:
1. Mitha
2. Lala
3. Fikrie
4. Tami
5. Ipeh
6. Awe
7. Mbak Toel
8. Mbak Tiwie

selamat melanjutkan tag teman-teman..
^_^

Kembali ke Bahasa Indonesia

Love and Life  Tagged , , , , No Comments »

Ya, setelah minggu-minggu yang melelahkan
Mencoba mempelajari bahasa Inggris
Demi sebuah mimpi yang tengah kuperjuangkan
Maka mulai detik ini aku memutuskan untuk kembali ke Bahasa Indonesia
Kasihan juga blog ini
Harus menampung semua tulisanku yang kupaksakan harus dalam English Version
Padahal Bahasa Inggris-ku sendiri masih awut-awutan
Malu aku.

Jadi, kali ini aku ingin bercerita tentang semalam.
Tentunya dalam Bahasa Indonesia.
Cerita tentang sebuah percakapan di telepon.
Antara aku dan ibuku.
Kemudian antara aku dan dia.
Percakapan di telepon yang membuatku menangis tergugu di hadapan Tuhan.
Aku bahagia..
Sekaligus sedih dan takut.
Ah Tuhan, kenapa Kau begitu baik padaku?
Sementara aku masih kerap menjauh dari-Mu..
Aku merasa mendengar Tuhan berkata: “Karena Aku bukan manusia, Hayu, maka Aku pun mencintaimu dengan cara yang tak biasa..
Aku tersenyum dan hanya bisa mengangkat kedua tanganku sembari berdoa: “Jadikan aku layak bagi-Mu ya Allah.., jadikan aku orang yang tahu dosa, kenal pahala, paham neraka, dan mengerti benar tentang Surga..

Family Trip

Love and Life No Comments »

My family love traveling, and culinary also. When i was child, we often went to one place to another, although it was only around Yogyakarta and Central Java. But, that habit was changed when my brother broke his leg in the middle of 2002. After that, we went on vacation quite rarely.

Last Saturday, my father asked me how if we get the habit back. He want to go traveling regularly. I laughed and said “Why not?”. So, that day, we started to travel again.

We began with Bribin cave. It is an underground river in Gunung Kidul district. When we arrived there, we felt a little disappointed because the cave was dirty and there was a warning to not to enter the cave. The cave is a little dangerous since an earthquake occurred in Jogja, in 2006. So we just explored the front part of the cave. But the stalagmite and stalactite were still awesome.

Then, we went to the spring located in Ponjong. The same condition we met there. The water was so dirty. Rubbish was everywhere, floated in brown-oily water. We can not saw the colorful fish that lived there. Awful.

Last time we went to both places, they were still well taken care of. They were beautiful and lovely to visit. I was so sad knowing that the government paid less attention to those tourism objects. How could they do that? while water is the most important thing for Gunung Kidul people.

However, we did not want to destroy our trip by discuss about that irresponsible government. So, we decided to ignore it and went to Simo to go fishing. It was really described what we called in Indonesian as “Memancing di Air Keruh” because the water was really dirty, hehehehe. Anyway, i got one fish only. I know i’m not good on fishing ;p. It was just a little fish, so i decided to let it free.

We ended our trip by having dinner in Simo. We ate fried and grilled fish. Hmm.. Yummy.. Then we went home.. On my way home, i was wondering, where will we go next week? Any suggestion?
^_^

Let the music heal your soul..

Love and Life No Comments »

recently, i feel doubt about my life.
seems like there are so much uncertainty.
i’m disoriented.
i lose my will to try.
i’m tired.
i’m running out of energy..
but, when i listen to this song, and re-read — again and again — its lyric, i feel much better. Life is just never easy, i know it (and i should admit it)..

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah, tanpa lelah
sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya..

What a small Jogja

Love and Life  Tagged , No Comments »

I did not realize how small jogja is, till last night, when I attended mbak Dyna’s invitation to come to her new house. What made me realized were all people who came that night is connected. I mean, we connect each other. Not only because we knew mbak Dyna, but also because we had another connection.

Mbak dyna has a neighbour. We called her mbak Annisa. Surprisingly, before she moved, mbak Annisa is the neighbour of my best friend at high school: Mita. We ever met last year when I stayed overnight at Mita’s house. Mbak Annisa is also mas Daniel’s senior high school mate, then mas Daniel’s wife is mbak Annisa’s junior high school friend. whuehehehehe ;D

More than just that, Mbak Dyna’s husband, mas Zam Zam, has a friend. His name is mas Kusen, and mas Kusen, is my boyfriend’s friend. They play badminton every Saturday. So when we met at mbak Dyna’s house, we just can say, “fyuh, what a small Jogja..
^_^

At Excelso Cafe

Love and Life No Comments »

Last night, I went to Excelso Café at Galeria Mall with Mas Zaki. The mall was so crowded. Seems like everyone went shopping for Lebaran Day (huh, come on people, it was still 23 days left). At Excelso café, I was surprised by the waiters’ look. They dressed in Muslim style. They wore jilbab.

What was in my mind was why should they wear such dress? Was it just because the Ramadhan moment?

I knew that everyone had their own way to respect to this sacred month. However, I can’t stop myself to think that it was just a fake…

Well, it was only prejudice, maybe in their daily lives, they also wore a jilbab. Even if it was just a marketing strategy, I had no right to blame them. I should admit that religion is between God and us. No one can have a hand in.

Despite the fact that I felt suspicious toward the waiters, I enjoyed my time there. The beverage tasted so good. Moreover, they gave us an extra drink. Hmm, the chocolate frappio never taste more delicious, hehehehe (ya iyalah, gratisan ;D).

Anyway, I’m wondering, when Natal comes, will they wear Santa Claus’s costume? Ehm, Hayu, you’re a little sarcastic.
^_^

Friendship..

Love and Life No Comments »

When I was in senior high school, I had a silly group ;p. We called ourselves as The Djayus or Sexy Six (though actually we were seven ^_^). The member were me, Mitha, Itha’, Boni, Abang, Erry and Ageng. After graduated from high school, we still keep contact with each other although we study in different faculties, even in different universities.

Several years later, the time and situation made us face the fact that we had to stay apart for a while. Itha’, was the first The Djayus member who left Djogja. She became a stewardess in one of Indonesian Airlines. Then, Erry moved to Solo, tried to reach his dream to be a doctor, and last night, Abang and Boni sent me sms, told me that they are now in different provinces. Abang is now working in South Kalimantan while Boni is in Lombok. That means, only me, Mitha, and Ageng who are still in Djogja now.

Well, I should admit that when we were still in the same city, we gathered not that often. We only met about once in a month or even once in two months (or six months? Hehehe), but we still had the time to share about our lives. We laughed and cried together. We walked hand in hand, supported and needed each other. We had no problem to meet because we were still living close by.

But now, the situation is out of our hands. It will not be easy for us to be together as usual…

I try to realize that we have grown up, and once u grew up things will not be the same anymore, including our friendship. We are not high school students anymore. Some of us have graduated or even have worked; others are in their last year at university, so it’s quite normal if we didn’t have much time and should be at a distance. We have different paths to take.

However, I will never forget the time we spent in Solo or in Gunung Kidul’s beaches when we were still in our first year at Delayota. I will never forget the memories we had when we watched movies and ate Spaghetti at Ageng’s house. I will always keep everything we had shared when we were in Mitha’s, Boni’s, Abang’s or my house. I will always remember you guys…

I believe that in friendship, the space and distance have no meaning. I keep telling myself that we can meet and be together again one day, sooner or later. As what I wrote on my poem:

“Dan kini…
Meski Tuhan telah membawa kita ke seribu jalan berbeda
Semoga kelak kita berjodoh untuk bertemu dan menjalin persahabatan lagi
Kembali duduk melingkar seperti ini
Mungkin dengan tambahan beberapa personil
Suamiku, istrimu, anakku atau cucumu
Bercerita pada mereka tentang persahabatan kita
Tentang bagaimana kita saling memberi dan menerima
Tentang rentang kehidupan yang kita lalui dan kita yakini
Sebagai suatu hal yang takkan pernah jadi sia-sia…

Salut untuk persahabatan kita”

^_^


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in