tuhan..

mengapa mereka tak pernah mengerti

bahwa dibalik tawaku aku tersakiti

bahwa setelah ngekek-ngekek gak jelas itu aku menangis lagi

Tuhan..

kenapa aku begitu melankolis

kenapa aku begitu rapuh

meski sadar bahwa mereka cuma bercanda

aku tetap saja gak bisa gak terluka

apa ini ujian untuk keyakinanku?

seiring dengan semakin jelasnya jalan yang aku tuju?

atau aku saja yang belum bisa dewasa?

selalu mendengarkan yang dikatakan orang

menelannya mentah-mentah

meski tahu bahwa itu hanya akan membuatku susah

Tuhan..

aku jadi merasa bodoh dan tidak produktif

menghabiskan waktu dan otakku untuk memikirkan ‘hal’nya

abai pada hal-hal yang mungkin lebih penting

Tuhan..

inikah harga yang harus aku bayar?

inikah konsekuensi yang harus aku tanggung?

sampai kapan tuhan?

sampai berapa tahun lagi?

untuk mereka bisa mengerti

bahwa dibalik tawaku

aku tersakiti..

Bookmark and Share